- Pendopo/Pendapa: teras depan rumah yang cukup luas dan berfungsi sebagai ruang jamu tamu.
- Paringgitan: ruang yang terletak di belakang pendopo dan berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga.
- Omah: bagian inti dari rumah Joglo yang digunakan sebagai tempat tinggal sang pemilik
- Pringgitan: ruang yang terletak di belakang omah dan berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga.
- Emperan: ruang yang terletak di antara pendopo dan omah, biasanya digunakan sebagai ruang makan.
- Senthong: ruang yang terletak di belakang omah dan berfungsi sebagai tempat tidur
- Gandhok: ruang yang terletak di belakang senthong dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga
- Bagian belakang rumah: biasanya digunakan sebagai dapur dan tempat mencuci.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 21 November 2023
Mengenal Rumah Joglo berserta Bagian dan Fungsinya - Hingga Menjadi Modern
Macam-macam Rumah Adat Riau berserta Penjelasan dan Asal-Asulnya

. Rumah adat Riau memiliki beberapa jenis, di antaranya:
- Rumah Selaso Jatuh Kembar: rumah ini memiliki dua selasar yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah. Biasanya digunakan oleh pemangku adat atau para datuk, dan seringkali digunakan sebagai tempat berkumpul, acara adat, masak bersama, musyawarah, hingga tempat penyimpanan alat-alat adat seperti alat musik.
- Rumah Melayu Atap Lontik: atap rumah ini didesain
seperti tanduk kerbau, melambangkan penghormatan masyarakat Riau kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Lengkungan pada atap rumah melambangkan bahwa awal
dan akhir hidup manusia akan kembali kepada Tuhan, sementara jumlah anak
tangga menuju rumah melambangkan rukun Islam
Rumah Adat Betawi, Hal yang Unik dan Menarik Jarang Diketahui
Rumah tradisional khas suku Betawi memiliki beragam sebutan, seperti Rumah Kebaya, Rumah Bapang, atau Rumah Gudang. Rumah Kebaya memiliki atap menyerupai pelana yang jika dilipat akan tampak seperti lipatan kebaya, mirip dengan Rumah Joglo. Sementara Rumah Gudang umumnya ditemukan di daerah pedalaman dan memiliki ornamen khas berupa bentuk rumah yang memanjang, atap berbentuk pelana, dan perisai yang ditambahkan jurai
- Langkan: susunan beberapa papan menghias pendopo yang berbahan kayu dan menjadi pagar pembatas antara rumah dengan halaman.
- Pendopo atau teras: area luas di bagian depan rumah yang dapat digunakan sebagai tempat menyambut tamu.
- Lampu gantung: beragam jenis lampu digunakan untuk menghias area pendopo, seperti lampu demang, lampu blander, dan lampu templok.
- Pintu, ventilasi, dan jendela: pintu terdiri dari dua daun berbahan papan dengan ventilasi di bagian atas, sementara jendela memiliki jalusi horizontal untuk sirkulasi udara yang baik.
- Atap: beragam bentuk atap seperti pelana dengan limpasan air, atap berbentuk limas, atap berbentuk pelana tapi limpasan air di bagian samping, dan hiasan berornamen gigi balang pada lisplang.
- Warna: rumah Betawi identik dengan warna-warna cerah seperti kuning dan hijau, serta pemakaian warna kayu pada beberapa bagian
.
Rabu, 15 November 2023
Rumah Adat Sunda - Gambar, Nama, beserta Penjelasannya

Kaya akan keunikan eksotis yang jarang terungkap, kebudayaan Sunda di Jawa Barat menghampar keberagaman budaya yang diwujudkan dalam ragam bentuk rumah adat. Menyimpan nilai sejarah yang menjelma dalam arsitektur, rumah adat Sunda memancarkan simbol-simbol khas, menciptakan kisah yang terpatri dalam corak bangunan.
Jawa Barat, khususnya kebudayaan Sunda, menghadirkan 8 jenis rumah adat yang tak hanya memiliki nilai historis yang tinggi, tetapi juga membawa makna kehidupan yang mengakar dalam masyarakat setempat. Rumah-rumah adat ini tidak hanya berdiri sebagai struktur fisik, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan sumbangsihnya bagi kehidupan masyarakat Sunda.
Berikut adalah enam jenis rumah adat Sunda yang jarang diungkap, beserta fungsi unik yang melekat pada setiap keberadaannya.
- Rumah Adat Perahu Kumureb: Atapnya menyerupai perahu terbalik, mirip dengan legenda tangkuban perahu.
Senin, 09 November 2020
Apa sih Beda Wartawan, Reporter, dan Jurnalis ?
Mungkin di suatu waktu, sahabat pernah mendengar atau membaca istilah wartawan, lalu di waktu yang berbeda, ada yang menyebutnya jurnalis. Kemudian, ketika menonton berita di televisi, istilah yang kerap kita dengar adalah reporter. Apa sih bedanya? Kebingungan tersebut bisa dimaklumi, khususnya jika kita tak pernah bersentuhan dengan bidang jurnalistik secara langsung.
Menurut Wisnu Prasetya Utomo, tak ada perbedaan antara wartawan, reporter, dan jurnalis. “Wartawan atau jurnalis artinya kan sama. Reporter juga artinya sama, cuma biasanya tergantung kebijakan masing-masing media. Misalnya, ada beberapa media pake istilah reporter ya buat wartawan mereka yang turun ke lapangan,” tutur peneliti media di Remotivi yang kerap disapa Wisnu ini.
Ia melanjutkan, reporter yang turun ke lapangan tersebut biasanya ditugaskan oleh media tempat mereka bekerja hanya untuk mencari dan mengirimkan data. “Nanti ada writer khusus yang nulis,” imbuh Wisnu.
Terkait perbedaan istilah profesi di bidang jurnalisme ini, Amanda Kusuma, reporter Bisnis Indonesia, memberikan pandangannya. “Beberapa istilah itu sering kali dipandang keliru, bahkan seringkali salah. Wartawan dan jurnalis adalah profesi pencari berita; wartawan dari bahasa Indonesia, sedangkan jurnalis adalah serapan bahasa asing,” tulis Amanda, begitu ia biasa disapa, dalam surat elektroniknya kepada Careernews beberapa waktu lalu. Baginya, kedua istilah itu memiliki pemaknaan yang luas, bisa berupa reporter, editor, dan berbagai posisi di bagian redaksi.
Tak jauh berbeda dengan media cetak, di media massa elektronik seperti televisi, reporter adalah julukan bagi orang yang menulis berita. Begitulah pernyataan Diaz Bela yang kini berprofesi sebagai reporter di salah satu televisi swasta nasional. “Bagi yang sama-sama mencari berita tapi lebih fokus di pengambilan gambar, julukannya campers (camera person, -red) atau video journalist atau biasa disingkat VJ,” lanjutnya. Soal istilah wartawan atau jurnalis, menurut Diaz, sapaan akrabnya, keduanya memiliki definisi yang sama, yaitu pewarta berita.
Apapun istilah yang digunakan, baik jurnalis, wartawan, ataupun reporter, itu hanyalah istilah yang tak perlu dipusingkan. Seperti yang diungkap Wisnu sebelumnya, semua tergantung pada kebijakan atau standar yang diterapkan oleh masing-masing media. Kita hanya boleh pusing ketika mereka tak mengabarkan berita sesuai fakta dan tak melayani kepentingan umum. Mengapa kepentingan umum? Karena di sanalah loyalitas pertama jurnalisme berada, yaitu kepada warga, masyarakat umum, dan bukan pada kepentingan segelintir orang saja. Bagaimana menurutmu? Setuju?
Baca Juga : Berita Sumsel
Senin, 21 Agustus 2017
Gambar Rumah Adat Papua, Makna dan Penjelasannya
Rumah adat papua, Honai, atau yang dikenal juga sebagai onai oleh masyarakat Papua, adalah karya arsitektur unik yang mencirikan kekayaan budaya pulau tersebut. Berikut adalah serangkaian informasi menarik tentang Rumah adat Honai khas Papua.
Mengutip dari sumber Indonesia.go.id, rumah Honai tersebar di lembah dan pegunungan yang menghiasi tengah pulau Papua. Tempat ini ditemukan terutama pada ketinggian 1.600-1.700 meter di atas permukaan laut, memberikan sentuhan keunikan pada lanskapnya.
Rumah adat Papua, Honai, pada dasarnya, adalah rumah mungil yang membanggakan bentuk serupa jamur. Dengan dasar berbentuk lingkaran dan atap kerucut terbuat dari jerami, Rumah Honai menciptakan siluet yang mencolok di tengah pemandangan alam Papua.
Keunikan utama terletak pada atap kerucut yang menutupi hingga bagian bawah, memberikan perlindungan menyeluruh pada dinding rumah dari guyuran hujan. Fungsi ini tak hanya melibatkan perlindungan terhadap elemen, tetapi juga memberikan kehangatan kepada para penghuni di dalamnya, mengusir kedinginan dan menciptakan suasana yang nyaman dan hangat di dalam Honai yang memikat hati.
Baca selengkapnya --> Gambar Rumah Adat Papua, Makna dan Penjelasannya
Rabu, 16 Agustus 2017
Rumah-rumah Adat Jawa Tengah : Nama, Makna, Gambar dan Penjelasannya

JIKA mengingat rumah adat Jawa Tengah, kebanyakan orang lebih mengenal Joglo. Padahal, ada beberapa rumah tradisional Jawa Tengah yang juga sangat popular.
- Rumah Adat LimasanDinamakan rumah adat limasan karena bentuk atapnya seperti limas. Atap rumah limasan memiliki empat sisi dan rumah ini banyak sekali ditemui di Jawa. Seperti kampung, rumah ini dimiliki oleh orang kalangan biasa.

Dari sisi arsitektur, Rumah Adat Limasan ini mempunyai bentuk yang sederhana layaknya bentuk rumah pada umumnya. Yang membedakan adalah sistem kostruksi bangunannya yang dapat dibongkar pasang tanpa merusak keadaan rumah tersebut. Hal inilah yang menjadikan rumah adat Jawa Tengah satu ini terlihat unik dengan sistem knockdown-nya sebagai daya tariknya. Hal itu dikarenakan rumah ini memakai konstruksi kayu secara keseluruhan pada sistem konstruksinya. Sederhananya, rumah dengan bentuk
Limasan ini hampir sama dengan Sinom, akan tetapi bedanya jika pada arsitektur Limasan terdapat empyak makapada Sinom tidak ada.
Sepertihalnya arsitektur rumah Sinom, Rumah Adat Limasan ini hampir bisa ditemui di semua Padukuhan di kawasan Kelurahan Argomulyo. Kondisinya pun juga masih baik karena arsitektural rumah ini merupakan ragam konstruksi yang lazim dipakai oleh masyarakat. Jika harus dihitung kira-kira jumlah Rumah Adat Limasan ini sekitar 423 buah.
- Rumah adat Panggang Pe

Rumah “Panggang Pe” adalah bentuk bangunan rumah yang paling sederhana dan bahkan merupakan bentuk bangunan dasar. Fungsi Bangunan “Panggang Pe” ini untuk berlindung dari gangguan angin, dingin, panas matahari dan hujan. Bangunan yang sederhana ini mempunyai bentuk pokok berupa tiang atau “saka” sebanyak 4 atau 6 buah. Sedang pada bagian sisi sekelilingnya diberi dinding yang hanya sekedar untuk menahan hawa lingkungan sekitar atau dapat dikatakan sebagai bentuk perlindungan yang lebih bersifat privat dari gangguan alam.
Pada perkembangannya bentuk rumah adat Panggang Pe ini mengalami perubahan menjadi variasi bentukan yang lain, kira-kira sebanyak 6 bentukan hasil dari perkembangan bentuk yang sederhana tersebut.
Pada masa lalu, rumah Panggang Pe umumnya didirikan untuk kios dan juga warung.
- Rumah adat kampung

Rumah adat kampung mempunyai kemiripan dengan rumah Pangang Pe yang disatukan. Ciri ciri rumah adat Jawa Tengah ini adalah mempunyai dua teras yaitu di depan dan juga dibelakang. Ciri lainnya adalah rumah ini tiangnya terdisi dari kelipatan empat yang dimulai dari angka delapan.
Rumah tradisional ini adalah perkembangan dari rumah tradisional bentuk “kampung pokok”. “Rumah kampung srotong” ini memiliki 2 buah “emper”.
Jadi dapat dikatakan bahwa rumah ini terbentuk dari 2 buah bangunan bentuk rumah tradisional “panggangpe” yang disatukan sehingga mempunyai dua buah sisi atap yang sama bentuknya atau simetris. Pada titik tengah atap terdapat satu bubungan atau “wuwung” yang berfungsi untuk menyangga struktur utama atap dan sudut kemiringan atap serta mempunyai dua buah tutup keong pada sisi penutup samping kiri dan kanan atapnya.
Keseluruhan konstruksi menggunakan bahan dasar kayu dengan struktur serat kuat seperti kayu jati, kayu sono keling, kayu nangka dan jenis lainnya. Pondasi utama biasanya hanya menggunakan batu yang sering disebut sebagai umpak.
Struktur keseluruhan tiang tidak bersifat paten, tetapi dapat bergerak, karena menggunakan sistim konstruksi purus sebagai pengunci struktur tiang yang masuk kedalam umpak sebagai titik beban yang terpusatkan. Tiang saka pada bangunan ini keseluruhannya dapat berjumlah 8 buah, 12 buah, 16 buah dan seterusnya. Gambar diatas adalah bangunan kampung srotong yang menggunakan tiang saka sebanyak 12 buah
- Rumah Adat Tajug

Rumah tajug khusus digunakan untuk masjid dan bangunan-bangunan yang lainnya. Masyarakat biasa tidak diperkenankan untuk membangun dengan bentuk ini karena rumah tajug termasuk disucikan.
Ciri khas dari rumah tajug adalah bentuk atapnya runcing, bentuknya seperti bujur sangkar.
Istilah tajug juga digunakan untuk menyebut masjid, mushola, atau surau di beberapa daerah di Indonesia.
- Rumah Adat Joglo

Joglo adalah rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu dan sangat popular. Rumah adat Jawa Tengah yang satu ini mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang yang berkocek. Pada masa lampau masyarakat jawa yang mempunyai rumah joglo hanya kaum bangsawan seperti sang pangeran dan kaum orang yang terpandang, karena rumah ini butuh bahan bngunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk lain. Di zaman yang semakin maju ini rumah digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.
Sirkulasi keluar masuknya udara pada rumah joglo sangat baik karena penghawaan pada rumah joglo ini dirancang dengan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. rumah joglo, yang biasanya mempunyai bentuk atap yang bertingkat-tingkat, semakin ke tengah, jarak antara lantai dengan atap yang semakin tinggi dirancang bukan tanpa maksud, tetapi tiap-tiap ketinggian atap tersebut menjadi suatu hubungan tahap-tahap dalam pergerakan manusia menuju ke rumah joglo dengan udara yang dirasakan oleh manusia itu sendiri.
Ciri khas atap joglo, dapat dilihat dari bentuk atapnya yang merupakan perpaduan antara dua buah bidang atap segi tiga dengan dua buah bidang atap trapesium, yang masing-masing mempunyai sudut kemiringan yang berbeda dan tidak sama besar. Atap joglo selalu terletak di tengah-tengah dan selalu lebih tinggi serta diapit oleh atap serambi. Bentuk gabungan antara atap ini ada dua macam, yaitu: Atap Joglo Lambang Sari dan Atap Joglo Lambang Gantung. Atap Joglo Lambang Sari mempunyai ciri dimana gabungan atap Joglo dengan atap Serambi disambung secara menerus, sementara atap Lambang Gantung terdapat lubang angin dan cahaya.
Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni,bahan bangunanya pun terdiri dari bahan-bahan yang berkualitas dan cukup mahal harganya, bangunanya pun sangat kokoh dengan pondasi yang sangat kuat oleh karena itu rumah ini sangat istimewa bagi adat jawa dan sangat dijaga kelestariannya sampai saat ini. Oleh karena itu rumah joglo adalah salah satu rumah yang berpengaruh bagi kelestarian adat daerah yang ada di Indonesia meskipun adat-adat daerah lain banyak juga yang mempunyai rumah adat yang mempunyai seni tersendiri.













